KURIKULUM MATA PELAJARAN PAI DI SEKOLAH UMUM IKUTI KEBIJAKAN SEKOLAH APAKAH K2006 ATAU K13

Posted by INFO PENDIDIKAN on Thursday, January 1, 2015

Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah mengikuti kebijakan sekolah, apakah akan menerapkan kurikulum 2006 atau kurikulum 2013 (K13). Hal ini disampaikan oleh Direktur Pendidikan Agama Islam Amin Haedari ketika dimintai konfirmasinya terkait pelaksanaan K13 bagi Mapel PAI di Sekolah, Jakarta, Senin (15/12). “Kalau kami, bagaimana kepala sekolahnya. Ketika siap, kami di PAI sudah siap. Jadi persoalan PAI di sekolah, itu sangat terkait dengan kebijakan kepala sekolah. Kalo sekolah siap, Kami pun tidak ada masalah, karena telah berlatih dan menyiapkan diri,” tegas Amin Haedari.




Sebagaimana diketahui Mendikbud Anies Baswedan telah menerbitkan Permendikbud No 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013. Permendikbud yang ditetapkan pada 11 Desember 2014 ini mengakhiri “polemik pemberhentian” K13. Pasal 1  Permendikbud itu mengatur bahwa Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang melaksanakan Kurikulum 2013 sejak semester pertama tahun pelajaran 2014/2015 kembali melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 mulai semester kedua tahun pelajaran 2014/2015 sampai ada ketetapan dari Kementerian untuk melaksanakan Kurikulum 2013. Sedangkan pada pasal 2 diatur bahwa satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang telah melaksanakan Kurikulum 2013 selama 3 (tiga) semester tetap menggunakan Kurikulum 2013 (ayat 1) dan disebut sebagai satuan pendidikan rintisan penerapan Kurikulum 2013 (ayat 2).
“PAI adalah bagian dari sekolah. Kami akan terus melakukan pelatihan-pelatihan dalam rangka penyiapan pelaksanaan kurikulum 2013,” tegas Amin Haedari.
Amin mengaku bahwa proses pelatihan guru-guru PAI di Sekolah terus dilakukan dan diperkirakan baru akan selesai pada tahun 2016. Tidak hanya para guru, pelatihan juga diberikan kepada para pengawas PAI agar nantinya bisa melakukan pendampingan di lapangan kepada para guru PAI di sekolah.  “Untuk memahami kurikulum 2013 dengan baik dan benar, tidak serta merta langsung bisa. Pertama, memberikan secamam sentuhan pertama. Kedua, bagaimana finishingnya, hal-hal yang lebih mendalam. Katakanlah bagaimana metode pembelajaran agar lebih baik dan menarik dan bagaimana penilaian yang lebih akurat,” jelasnya. 
“Pada dasarnya, semua guru-guru PAI kita siapkan (sehingga) kapan saja (diterapkan K13), kita siap. Jangan sampai ketika diberlakukan, kita belum siap,” tambahnya.
Amin mengatakan bahwa pengadaan buku PAI K13 masih berproses dan itu dilakukan oleh  Kemendikbud. Namun demikian, versi digital buku PAI K13 sudah bisa diunduh oleh para guru melalui internet. Direktorat PAI menyiapkan buku-buku pengayaan PAI. “Supaya guru-guru tidak sekedar teks saja, namun lebih luas lagi,” kata Amin. 
Selain pengayaan dalam bentuk buku, Direktorat PAI juga mengembangkan model-model pembelajaran PAI. Untuk memancing kreativitas dan inovasi guru, penyiapan model pembelajaran ini dikemas dalam bentuk kompetisi antar guru PAI. “Model-model pelajaran berbasis ICT, sudah kami lombakan. Hasilnya sudah ada, nanti malam akan kita beri apresiasi,” tegas Amin. 
“Nah guru-guru itu sudah membuat bahan ajar yang berbasis ICT. Itu yang nantinya akan jadi bahan para guru-guru. Model pembelajaran, bukan kami yang buat, namun guru-guru yang buat, kita lombakan,” imbuhnya. (mkd/mkd)

http://www.kemenag.go.id/


Blog, Updated at: 7:47 PM

0 comments:

Post a Comment

----------------------------------

--------------------------------

JADWAL IMSAKIYAH

---------------------------

Statistik Pengunjung

CB