MENDIKBUD KEMBALI TEGASKAN RENCANA GERAKAN VIP GURU DAN PENINGKATKAN STATUS GURU

Posted by INFO PENDIDIKAN on Monday, December 1, 2014

Pada Silaturahmi Kementerian dengan Kepala Dinas Kabupaten Kota Seluruh Indonesia di Jakarta tanggal 1 Desember 2014, Mendikbud kembali menegaskan GERAKAN meng-VIP-kan GURU dengan cara:


ü  Lepaskan guru dari segala kepentingan politik praktis di pusat maupun daerah.
ü  Dorong masyarakat memberikan keistimewaan dan keutamaan pada guru-guru kita.
ü  Bantu guru mengurangi pengeluarannya dengan mendorong dunia bisnis memberikan program-program potongan harga khusus bagi guru.

Selain itu, Mendibud juga secara tegas mengungkapkan kembali rencananya untuk meningkatkan status guru (non PNS), melalui gerakan meningkatkan kemuliaan dan mutu guru dengan cara pembenahan dan penuntasan status kepegawaian guru.

Kedua pernyataan tersebut tersurat dalam Slide Mendikbud yang bertajuk Gawat Darurat Pendidikan di Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyebut kondisi pendidikan Indonesia saat ini sedang dalam kondisi gawat darurat. Hal ini karena dari berbagai fakta, dalam beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan Indonesia menunjukkan hasil buruk, diantaranya

1. Terdapat  75 persen sekolah di Indonesia tidak memenuhi standar layanan minimal pendidikan. 

2. Nilai rata-rata kompetensi guru di Indonesia hanya 44,5. Padahal, nilai standar kompetensi guru adalah 75. 

3. Indonesia masuk dalam peringkat 40 dari 40 negara,. Hasil pemetaan akses dan mutu pendidikan pada tahun 2013 dan 2014. menurut lembaga The Learning Curve

4. Dalam pemetaan di bidang pendidikan tinggi, Hasil pemetaan oleh Universitas21 pada tahun 2013 Indonesia berada di peringkat 49, dari 50 negara yang diteliti. 

5. Berdasarkan Programme for International Study Assessment (PISA) 2012, Indonesia sebagai salah satu negara dengan peringkat terendah dalam pencapaian mutu pendidikan. Trend kinerja Indonesia pada pemetaan pisa tahun 2000, 2003, 2006, 2009, 2012, cenderung stagnan. Matematika, reading, science Indonesia menempati peringkat terendah.

6. Indonesia menjadi peringkat 103 dunia, negara yang dunia pendidikannya diwarnai aksi suap- menyuap dan pungutan liar.

7. Dalam dua bulan terakhir banyak terjadi kekerasan fisik terhadap dan/oleh pelajar yang dilakukan di luar sekolah dan di dalam sekolah.. Sehingga sekolah bukan tempat yang aman dan damai.

Anies menegaskan bahwa potret buruk pendidikan hari  ini, apapun sebabnya adalah tanggung jawab kita di birokrasi pendidikan. "Kita semua bertanggung jawab. Kita harus turun tangan. Langkah yang harus kita kerjakan jangan tanggung-tanggung. Banyak hal yang harus kita ubah demi pendidikan Indonesia," kata Anies.

Pada kesempatan ini Mendikbud menjelaskan  Visi Misi pendidikan di era Pemerintahan Baru, diantaranya
1. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia
ü Program “Indonesia Pintar” melalui Wajib Belajar 12 tahun bebas pungutan.

2. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional
ü  Membangun sejumlah science and technopark di kawasan politeknik dan SMK-SMK denganprasarana dan sarana dengan teknologi terkini.

3. Melakukan revolusi karakter bangsa
ü  Membangun pendidikan kewarganegaraan.
ü  Menghilangkan model penyeragaman dalam sistem pendidikan nasional.
ü  Jaminan hidup yang memadai bagi para guru terutama bagi guru yang ditugaskan di daerah terpencil.

4. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia
ü  Memperkuat pendidikan ke-bhinneka-an danmenciptakan ruang-ruang dialog antar warga
ü  Mengembangkan insentif khususuntuk memperkenalkan dan mengangkat kebudayaan lokal.
ü  Meningkatkan proses pertukaran budaya untuk membangun kemajemukan sebagai kekuatan budaya.

Pada paparan selanjutnya ia menjelaskan 7 Jalan Revolusi Mental dalam bidang pendidikan, yakni:
1. Mengubah paradigma pendidikan “berdaya saing” menjadi pendidikan “mandiri dan berkepribadian”

2. Merancang kurikulum berbasis karakter dari kearifan lokal serta vokasi yang beragam berdasarkan kebutuhan geografis daerah dan bakat anak.

3. Menciptakan proses belajar yang menumbuhkan kemauan belajar dari  dalam diri anak.

4. Memberi kepercayaan penuh pada guru untuk mengelola suasana dan proses belajar pada anak.

5. Memberdayakan orangtua untuk terlibat pada proses tumbuh kembang anak.

6. Membantu kepala sekolah untuk menjadi pemimpin yang melayani warga sekolah.

7. Menyederhanakan birokrasi dan regulasi pendidikan diimbangi pendampingan dan pengawasan.

Sumber: Slide Paparan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang disampaikan dalam Silaturahmi Kementerian dengan Kepala Dinas Jakarta, 1 Desember 2014




Blog, Updated at: 11:02 PM

8 comments:

  1. Tanpanya Mendikbud sangat serius memperjuangkan nasib guru, terutama guru honorer. Teman-teman guru mari kita bantu perjuangan Mendikbud ini dengan do'a.

    ReplyDelete
  2. Amiin, mudah-mudahan segera terrealisasi

    ReplyDelete
  3. Pendidkan bisa maju asal sistem pendidikan diperbaikki
    Dan Hilangkan saling curiga,,melengkapi pasilitas sekolah khususnya SMK,meningkatkan kesejahteraan GURU terutama guru honorer dan Guru bantu yang belum terangkat yg telah mengabdi 12 thnKhususnya GB DKI meningkatkan daya saing Guru mempasilitasi guru dalam Kopetensinya dan meningkatkan Gizi guru dan Transfor guru Honorer jangan memikirkan Guru PNS aja

    ReplyDelete
  4. kami tunggu realisasinya Pak Mendikbud

    ReplyDelete
  5. Kami tunggu realisasinya Pak Mendikbud

    ReplyDelete

----------------------------------

--------------------------------

JADWAL IMSAKIYAH

---------------------------

Statistik Pengunjung

CB