Rabu, 07 Maret 2012

SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW

A. Misi Nabi Muhammad SAW untuk menyempurnakan akhlak, membangun manusia mulia dan bermanfaat
Perjuangan Rasulullah saw. mengalami cobaan bertubi-tubi serta gangguan dan ancaman. Akan tetapi, Rasulullah saw. tetap sabar dan tabah. Gangguan tersebut berupa cemoohan, caci maki, dan diolok-olok serta yang paling kejam adalah orang kafir berniat membunuh Nabi Muhammad saw. Beliau tetap sabar dan tabah, bahkan tidak henti-hentinya berjuang menegakkan agama dan terus melaksanakan perintah Allah swt. Akhirnya, Rasulullah saw. pun berhasil dalam mengembangkan agama Allah swt. dan merombak kejahiliahan menjadi orang yang menjalankan agama Islam dengan tekun, aman, dan tenteram.
Karakter yang paling menonjol dan kepribadian Nabi Muhammad saw. adalah akhlak yang tiada bandingnya. Akhlak Nabi sangat agung dan melebihi semua akhlak seorang manusia mana pun. Sampai-sampai Allah pun memuji akhlak Nabi dengan firman-Nya: “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” (Q.S. al-Qalam (68): 4).



Dalam suatu perjalanan menjelang Fathu Mekah (perigislaman kota Mekah) Nabi Muhammad saw. bertemu Abu Sufyan bin Hans bin Abdul Mutalib dan Abdullah bin Abi Umayyah. Keduanya adalah anak paman beliau dan anak bibi beliau yang paling keras permusuhannya terhadap beliau di Mekah. Beliau berpaling dan keduanya sehingga Au bin Abi Talib memberi isyarat kepada anak pamannya itu, “Datangilah beliau dan hadapannya dan katakan kepadanya apa yang pernah dikatakan oleh saudara-saudara Yusuf a.s.: “Mereka berkata, “Demi Allah, Allah telah melebihkanmu di atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang salah.” (Q.S. Yüsuf (12): 91).
Nabi sebenarnya tidak rela jika ada orang yang lebih baik jawabannya. Akhirnya, Abu Sufyan melakukan itu, sehingga Nabi menjawab, “Tidak ada dosa atas kalian pada hari ini, Allah akan mengampuni kalian, dan Dia adalah Pengasih yang Paling Pengasih.” (Q.S. Yüsuf (12): 92).
Akhlak Nabi Muhammad saw. adalah keistimewaan kepribadiannya yang terbesar. Hal ini menunjukkan, seakan-akan beliau sendiri membatasi tugas risalahnya dengan sabdanya, “Aku ini diutus tidak lain kecuali untuk rnenyempurnakan akhlak yang mulia.” Kenyataannya, kita tidak dapat mengambil gambaran yang utuh tentang akhlak Nabi kecuali jika kita memahami Al-Qur’an dan Sunah serta hal-hal yang berkaitan dengan sejarah hidupnya. Istri Nabi, Aisyah, menggambarkan akhlak Nabi dengan perkataannya bahwa akhlak Nabi itu adalah A1-Qur’an. Artinya, bahwa semua ketentuan yang ada dalam Al-Qur’an merupakan cerminan dan akhlak Nabi.
Di antara akhlak Rasulullah saw, yang sangat menonjol adalah kesabaran, kasih sayang, kelembutan, kejujuran, kemuliaan, kedermawanan, dan kerendahan hati. Semua akhlak tersebut ditempatkan pada tempathya atau sesuai dengan situasi dan kondisinya. Nabi adalah tolok ukur yang sifat, sikap, serta tindakannya digunakan untuk mengukur akhlak manusia dan dengan sifat, sikap, dan tindakan itu juga batas-batas setiap akhlak manusia menjadi jelas, sehingga suatu akhlak tidak boleh melampaui akhlak yang lain.
Dengan berbekal akhlak yang agung itulah Nabi Muhammad saw. diutus oleh Allah untuk memperbaiki akhlak manusiahingga mencapai kesempurnaan akhlak yang menjadi bagian dan ketinggian tingkat manusia dibandingkan dengan makhluk lain. Dengan akhlak terpuji dan mulia inilah, manusia dapat menjadi makhluk yang mulia dan bermanfaat bagi manusia khususnya dan umumnya bagi makhluk lainnya.
Untuk membangun manusia yang muliadan bermanfaat sehingga mencapai kesempurnaan akhlak, kita harus meneladani akhlak Rasulullah saw. dalam berbagai sifat, sikap, dan tindakannya

B. Misi Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi alam semesta, pembawa kedamaian, kesejahteraan, dan kemajuan masyarakat
Kehadiran Nabi Muhammad saw. dengan membawa agama Islam di tengah-tengah peradaban umat manusia memberikan hikmah yang sangat besar bagi manusia dan dunia pada umumnya. Peperangan yang terus-menerus terjadi di Jazirah Arab terhenti dengan datangnya Islam. Untuk pertama kalinya bangsa Arab merasakan kedamaian dan ketenteraman di bawah naungan Islam.
Sebelum kedatangan Islam, bangsa Arab tidak pernah merasakankeamanan dan kedamaian. Perampokan dan pembunuhan hampir setiap han menghiasi kehidupan mereka. Perzinaan juga merupakan suatu hal yang biasa. Seorang perempuan yang sudah resmi menjadi seorang istri diizinkan oleh suaminya untuk berhubungan dengan lakilaki lain untuk mendapatkan keturunan yang lebih baik. Seorang lakilaki dapat menikahi perempuan berapa pun jumlahnya (poligami). Di samping itu, banyak orang tua yang membunuh anak perempuannya, karena kehadiran anak perempuan dianggap aib keluarga. Aihasil, bangsa Arab pada waktu itu sangat merendahkan martabat kaum perempuan. Bangsa Arab juga mentradisikan perbudakan. Mereka memperlakukan budak secara tidak manusiawi. Mereka juga percaya takhayul dan bersikap kasar.
Dari gambaran singkat tersebut, para sejarawan mencatat bangsa Arab pada waktu itu (sebelum Islam) berada pada lembah kegelapan yang jauh dan niai-nilai kebenaran. Dengan kata lain, mereka berada dalam kebodohan. Karena itu jaman mereka disebut dengan zaman jahiliah.
Kehadiran Nabi di tengah-tengah bangsa Arab membawa perubahan yang sangat revolusioner. Kepribadian Nabi yang sangat menakjubkan membuat daratan Arab nampak cemerlang dengan cahaya Islam, sehingga setiap partikel pasir seolah-olah memantulkan cahaya kebenaran. Rasulullah saw. dapat mempersatukan seluruh suku dan bangsa. Rasa permusuhan antarsuku menjadi padam dengan kehadiran beliau. Untuk pertama kalinya Rasulullah mempersembahkan piagam perjanjian yang tertulis kepada dunia, yang memberikan jaminan keamanan, hak milik, dan agama bagi kedua kelompok di Madinah pada waktu itu, yakni kelompok muslim dan non-muslim,
Sesudah mengadakan perjanjian dengan pihak Yahudi, maka beliaulah yang pertama dan utama dalam memaparkan perdamaian yang abadi antara agama-agama yang bertentangan. Nabi juga menghendaki perdamaian dengan golongan Kristen. Nabi menghilangkan diskriminasi sosial dalam memberi perlindungan, dan tidak menjelek-jelekkan para nabi sebelumnya. Nabi justru mengajarkan keimanan kepada para nabi yang sekaligus menjadi kewajiban bagi umat Islam. Untuk lebih jelasnya lihat Q.S. Au ‘Imran (3) ayat 64-80.
Perempuan diberikan hak yang sama seperti halnya laki-laki. Perempuan berhak memiliki sesuatu dan menjaga hak miliknya. Nabi mengajarkan bahwa menghormati perempuan adalah salah satu ajaran Islam yang penting. Beliau bersabda: “Surga itu berada di bawah telapak kaki para ibu.” Beliau juga bersabda: “Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang memperlakukan istrinya (dan keluarganya) dengan cara yang paling baik.” Sejak ini pula pembunuhan terhadap anak perempuan terhenti.
Nabi Muhammad saw. adalah orang pertama dalam sejarah dunia yang melarang sistem perbudakan. Jauh setelah beliau, barulah negaranegara Barat mengumumkan untuk menghapus perbudakan. Nabi menyatakan bahwa di sisi Allah tidak ada ibadah yang diridai daripada memerdekakan budak. Nabi adalah yang pertama kali mengawini janda bekas budaknya yang telah dimerdekakan, yaitu Zaid bin Harisah (yang menjadi anak angkat Nabi). Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran Surah al-Ahzãb (33) ayat 37.
Nabilah yang pertama menghapus perbedaan sosial dengan mengumandangkan firman Allah: “Orang yang paling mulia di antara kamu adalah orang yang paling takwa.” (Q.S. al-Hujurãt (49): 13). Nabi membangun suatu persaudaraan antarbangsa dan antarsuku yang mempersatukan antara yang tinggi dan yang rendah, yang kaya dan yang miskin, yang berkulit putih dengan yang berkulit hitam, dan seterusnya.
Dan segi politik, Nabi memberi hak yang sama kepada setiap orang. Masyarakat diberikan hak suara yang sama dalam menentukan kebijaksanaan negara. Hal ini dapat diteliti dan berbagai musyawarah yang diselenggarakan oleh Nabi.
Nabi juga seorang pembaru yang besar dalam bidang ekonomi. Di zaman sekarang, Nabi dapat digelari sebagai ahli ekonomi yang ulung. Sebelumnya, ekonomi bangsa Arab dikuasai oleh sekelompok orang yang mempraktikkan nba. Karena itulah, Islam kemudian mengharamkan nba. Sistem ekonomi Islam dibangun untuk mendukung kaum miskin, yakni dalam bentuk zakat, sedekah, dan yang sejenisnya. Hukum waris harus diterapkan dan dijalankan oleh setiap muslim agar kekayaan dapat beredar secara merata dan tidak terkumpul di tangan beberapa orang saja.
Setelah menekankan agar masyarakat memperhatikan perdagangan dan pertanian, Nabi kemudian membangun konsep ekonomi nasional. Pendirian Baitulmal benar-benar merupakan pembentukan perbendaharaan umum yang pertama di dunia.
Dan semua yang diuraikan di atas, jelaslah bahwa Nabi Muhammad saw. adalah seorang pembaru terbesar yang pernah dilahirkan di dunia. Bangsa Arab yang tidak henti-hentinya melakukan peperangan berubah menjadi bangsa yang penuh dengan kedamaian dan persatuan. Nabi berhasil menyejahterakan umat Islam dengan membangun sistem ekonomi yang sangat memihak kaum miskin.
Bangsa Arab yang semula merupakan bangsa jahiliah beranjak menjadi bangsa yang maju dan sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Berkat kehadiran Nabi Muhammad saw. bangsa Arab khususnya dan umat Islam pada urnumnya menjadi urnat yang maju, sejahtera, dan penuh cinta damai. Beliau juga merupakan rahmat atau karunia bagi jagat raya ini. Al-Quf an menyatakan: “Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” (Q.S. al—Anbiyã’ (2 1): 107). Rahmat Nabi Muhammad saw. tidak hanya dirasakan oleh satu umat tertentu, agama tertentu, atau suku tertentu, tetapi siapa pun dapat merasakan rahmat ini. Dunia benar-benar bersinar dengan rahmat Nabi. Berawal dan Jazirah Arab, sinar dan cahaya Islam (kerahmatan) terus merambah ke daerah-daerah sekitarnya hingga menjangkau ke setiap jengkal permukaan bumi.

C. Meneladani perjuangan Nabi dan para Sahabat dalam menghadapi masyarakat Makkah
Perjuangan Rasulullah saw. mengalami cobaan bertubi-tubi serta gangguan dan ancaman. Akan tetapi, Rasulullah saw. tetap sabar dan tabah. Gangguan tersebut berupa cemoohan, caci maki, dan diolok-olok serta yang paling kejam adalah orang kafir berniat membunuh Nabi Muhammad saw. Beliau tetap sabar dan tabah, bahkan tidak henti-hentinya berjuang menegakkan agama dan terus melaksanakan perintah Allah swt. Akhirnya, Rasulullah saw. pun berhasil dalam mengembangkan agama Allah swt. dan merombak kejahiliahan menjadi orang yang menjalankan agama Islam dengan tekun, aman, dan tenteram.
Oleh sebab itu, patut kita teladani perjuangan beliau tersebut yang tidak kenal lelah. Perjuangan tersebut akan menuju kemenangan, kesabaran, keberhasilan, dan kebahagiaan. Peranan Rasulullah saw. dalam perjuangan pantas menjadi contoh atau sun teladan bagi seluruh manusia. Allah swt. berfirman dalam Surat A1-Aizb Ayat 21 yang artinya: “Sesungguhnya telah adapada (din) Rasulullah saw. itu sun teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang-orang yang men gharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) han kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S. Al-Ahzab: 21)
Beberapa manfaat yang dapat kita ambil dan dakwah Rasulullah saw. di Mekah adalah
1. tidak mudah putus asa dalam berdakwah;
2. memberikan dorongan untuk selalu berjuang dan berpegang pada ajaran Allah swt.;
3. tantangan dan rintangan dalam berdakwah harus dihadapi dengan tabah, sabar, dan tawakal kepada Allah swt.

2 komentar: