Sabtu, 31 Maret 2012

KEBERSIHAN

Tahukah kamu bahwa membudayakan hidup bersih sangat dicintai oleh Allah? Di samping itu terdapat banyak sekali keutamaan bagi orang muslim yang selalu menjaga kebersihan. Apa saja keutamaan itu ? Apakah kita semua telah membudayakan hidup bersih di mana saja ?
Bersih adalah pangkal sehat. Maka untuk selalu berada dalam kondisi yang sehat, kita harus selalu menjaga kebersihan. Hadits pertama di atas sudah sangat jelas menjelaskan agar kita selalu menjaga kebersihan, dimulai dari yang paling dekat dengan diri sendiri, yaitu badan sendiri mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Karena bagaimana mungkin kita akan memperhatikan kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitarnya sementara tubuh kita sendiri menjadi sarang penyakit karena kebersihannya tidak terpelihara.




Kebersihan adalah sebagian dari iman, karena Allah sendiri adalah Maha bersih dan mencintai kebersihan. Jadi, seorang mukmin yang mengaku beriman sudah seharusnya berlaku bersih dan menjaga kebersihan dalam kesehariannya. Yang tidak menjaga kebersihan berarti kualitas keimanannya rendah.
Terdapat banyak hadist Rasullah yang berkaitan dengan masalah kebersihan, di antaranya:
1.     “Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari Rasulullah saw. : Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang  menyukai kemuliaan, Dia Mahaindah  yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu” (HR. Tirmizi)”
2.     “Diriwayatkan dari Malik Al Asy’ari dia berkata, Rasulullah saw. bersabda : Kebersihan adalah sebagian dari iman dan bacaan hamdalah dapat memenuhi mizan (timbangan).” (HR. Tirmizi)”
3.     “Diriwayatkan dari Abdurrahman Al Asy’ari dia berkata, Rasulullah saw. bersabda : Kebersihan adalah sebagian dari iman, shalat adalah pelita, dan shadaqah adalah cahaya .” (HR. Tirmizi)”

Mengingat kebersihan sangat penting untuk dijaga, Islam melalui ajaran-ajaran tentang kebersihan yang tertuang dalam al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi memerintahkan untuk selalu menjaga kebersihan. Bahkan tidak saja bersih secara jasmani, akan tetapi bersih juga secara rohani, yaitu senantiasa menghindari penyakit-penyakit hati seperti; iri, dengki, hasud dan lain-lain, karena dua aspek kebersihan tersebut mencerminkan keberimanan seseorang.  Allah berfirman  dalam surat al-Baqarah ayat 222: yang artinya “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menjaga kebersihan”
Ayat di atas menegaskan bahwa Allah menghendaki hambaNya untuk selalu berlaku bersih. Senantiasa membersihkan diri dari penyakit hati/rohani dengan selalu memohon ampunanNya dengan bertobat dan membersihkan penyakit atau kotoran jasmani dengan  bersuci .
Dalam hadits lain Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT maha Baik yang mencintai kebaikan dan maha bersih yang mencintai kebersihan” (H.R. Turmudzi) Bahkan Rasulullah menegaskan bahwa kebersihan itu adalah sebagian dari iman. Beliau bersabda “Kebersihan itu adalah sebagian dari iman” (H.R. Muslim)
Seorang mukmin yang mengaku beriman kepada Allah dan RasulNya sudah semestinya berlaku bersih dalam kesehariannya, karena Allah sendiri adalah maha bersih dan mencintai kebersihan (jasmani dan rohani). Dan bukanlah dikatakan mukmin sejati apabila dalam kesehariannya jauh dari kebersihan, baik diri sendiri maupun lingkungan. Betapa pentingnya masalah kebersihan ini sehingga hamper seluruh kitab-kitab fiqh dalam mengawali topim nbahsannya menempatkan  topik tentang kebersihan ini pada pembahasan pertama (bab thaharah). Sepirit inilah yang seharusnya menjadi sikap dan cara pandang bagi umat Islam agar berlaku bersi dalam segala hal, baik yang menyangkut aspek jasmani maupun rohaninya. Jadi karakter orang  muslim itu adalah selalu bersih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar