Kamis, 08 Maret 2012

IMAN KEPADA RASUL ALLAH SWT.


A. Pengertian Iman kepada Rasul Allah swt.
Iman kepada rasul adalah meyakini bahwa Allah swt. telah mengutus rasul-rasulNya. Para rasul itu manusia pilihan yang diberi wahyu untuk memberi kabar gembira dann memberi peringatan yang didukung dengan mukjizat yang luar biasa. Sebagaimana firman  Allah yang artinya : “Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu, sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nahi-nabi yang sesudahnya .... (Q.S. An-Nisi’: 163). Dalam ayat lain dinyatakan  “Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, pembawa kabar gembira dan memberi peringatan. (Q.S. Al-Ahzab: 45)



Dengan kata lain, iman kepada rasul adalah meyakini bahwa para rasul itu diutus Allah untuk membimbing umat manusia ke jalan yang benar. Kita wajib taat mengikuti ajarannva.
B. Nama-Nama Rasul Allah swt. dan Sifatnya
Nama-nama nabi dan rasul yang disebutkan dalam Al-Qur ‘an ada 25 orang. Dalam Al-Anäm ada 18 rang, sedangkan di dalam Surat Sad ada 7 orang. Berikut ini  adalah nama-nama nabi dan rasul yang disebutkan dalam Al-Qur’an.
  1. Nabi Adam a.s.
  2. Nabi Idris a.s.
  3. Nabi Nuh a.s.
  4. Nabi Hud a.s.
  5. Nabi Saleh a.s.
  6. Nabi Ibrahim a.s.
  7. Nabi Luth a.s.
  8. Nabi Ismail a.s.
  9. Nabi Ishaq a.s.
  10. Nabi Ya’qub a.s.
  11. Nabi Yusuf a.s.
  12. Nabi Ayyub a.s.
  13. Nabi Syu’aib a.s.
  14. Nabi Musa a.s
  15. Nabi Harun a.s.
  16. Nabi Zulkifli a.s.
  17. Nabi Daud a.s.
  18. Nabi Sulaiman a.s.
  19. Nabi Ilyas a.s.
  20. Nabi Ilyasa a.s.
  21. Nabi Yunus a.s.
  22. Nabi Zakariya a.s.
  23. Nabi Yahya a.s.
  24. Nabi Isa a.s. .
  25. Nabi Muhammad saw
Sebenarnya, nabi dan rasul tidak hanya 25 orang, tetapi Iebih dan itu, sebagaimana firman Allah swt. dalam Al-Qur’an Surat Al-Mu’min Ayat 78, yang artinya:” Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadaniu dan di antara mereka ada yang tidakKaini ceritakan kepadamu (Q.S. AI—Mu’rnin: 78)
Rasul merupakan utusan Allah swt. yang bertugas menyampaikan petunjukpetunjuk-Nya kepada umat manusia untuk memperbaiki kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, mereka memiliki sifat wajib dan mustahil. Sifat wajib rasul adalah sifat yang pasti dimiliki para rasul, sedangkan sifat mustahil rasul adalah kebalikan dan sifat wajib. yakni sifat-sifat yang tidak ada pada diri  rasul.
1. Sifat wajib rasul ada empat, yaitu sidik, arnanah, tablig, dan fatanah.
a. Sidik berarti benar. Rasul itu benar. baik perbuatan maupun perkataannya.
b. Amanah berarti dapat dipercaya. Rasul mempunyai sifat jujur lahir batin, dapat dipercaya, dan selalu menepati janji dalam segala hal.
c. Tablig berarti menyampaikan. Rasul menyampaikan semua perintah Allah swt., tidak ada satu ayat pun yang disembunyikannya.
d. Fatanah berarti cerdik pandai. Rasul bersifat cerdik dan bijaksana dalam segala hal. Ia dapat menegakkan yang benar dan dapat menyalahkan yang batil.
2. Sifat mustahil rasul ada empat, yaitu kazib, khianat, kitman, dan baladah.
a. Kazib berarti dusta, lawan dan sifat sidik.
b. Khianat berarti tidak dapat dipercaya, lawan dan sifat amanah.
c. Kitman berarti menyembunyikan, lawan dan sifat tablig.
d. Baladah berarti bodoh, lawan dan sifat fatanah.
Rasul juga memiliki sifat-sifat seperti manusia biasa, makan, minum, tidur, mati, sakit, dan menikah. Sifat-sifat itu tidak mengurangi martabat kerasulannya.
C. Tugas-Tugas Rasul Allah swt.
Rasul diutus oleh Allah swt. dengan mengemban tugas-tugas yang sangat mulia. Tugas-tugas rasul adalah sebagai berikut:
1.       membimbing umatnya menuju jalan yang benar agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat;
2.       menyampaikan ajaran tauhid (mengesakan Allah), sedangkan peraturan agama (syariat) yang dibawa para utusan Allah swt. berbeda-beda sesuai dengan situasi dan kondisi umatnya saat itu;
3.       membawa kabar gembira dan memberi peringatan kepada umatnya agar mereka menjadi umat yang beriman kepada Allah swt. sehingga hidupnya tidak sengsara, baik di dunia maupun di akhirat, sebagaimana firman Allah swt. Yang artinya: “Dan tidaklah Kami men gutus para rasul itu, melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberiperingatan. Barang siapa yang beriman dan men gadakan perbaikan maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Q.S. Al-An’am: 48)
4.       membawa kebenaran, berita gembira, dan memberi peringatan kepada umatnya, sebagaimana firman Allah swt. Yang artinya: Sesungguhnya Kami men gutus kamu den gan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sehagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan. (Q.S. F’atir:24)
Tugas para rasul amat berat karena menghadapi tantangan dan rintangan yang luar biasa dalam menyampaikan risalah, tetapi mereka pantang menyerah, teguh hatinya, jujur, percaya din, dan tanggung jawab. Hal tersebut pantas kita teladani.
D. Perbedaan antara Rasu Ulul Azmi dan Rasul Lainnya
Kata ulul azmi berarti tabah dan teguh. Rasul UlulAzmi adalah rasul-rasul yangmempunyai keteguhan dan kesabaran yang luar biasa dalam menanggung penderitaan yang tidak terkira. Sebagaimana firman Allah swt. Yang artinya:”Maka bersabariah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati danrasul-rasul .... (Al-Ahqaf: 35)
Sebagian ulama mengatakan bahwa Ulul Azmi ada lima orang, yaitu Nabi Nuha.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s., dan Nabi Muhammad saw. Nama-nama tersebut telah ditetapkan oleh Allah swt. dalam Al-Qur’an Surat Al Ahzab Ayat 7.Sebagimana firman Allah swt. Yang artinya: “Dan (ingatiah) ketika Kami mengambil perjanjian dan nabi-nabi dan dan kamu (sendiri), dan Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putra Maryam, dan Karni telah mengambil dan mereka penjanjian yang teguh. (Q.S. Al-Ahzab: 7)
Rasul-rasul itu mendapat gelar Ulul Azmi karena keteguhan, kesabaran dan ketabahan mereka dalam memegang agama dan menegakkannya. Mereka pernah tidak dipercaya, ditentang, diganggu, disakiti, dan diancam dengan pembunuhan oleh kaumnya. Bagaimana pun berat godaan, gangguan, dan tantangan itu, mereka tetap tabah dalam menekuni tugasnya, yaitu dalam menyampaikan risalah Allah swt. kepada umatnya. Di samping itu, para rasul Ulul Azmi diberi mukjizat dan Allah swt., yaitu hal-hal luar biasa yang muncul dari seorang rasul.
Perbedaan antara rasul UlulAzmi dan rasul lainnya terletak pada beratnya cobaan dan ketabahan serta kesabaran dalam menghadapi cobaan. Misalnya, Nabi Yunus a.s. kurang sabar dalam menghadapi umatnya sehingga ia marah dan pergi dan umatnya. Sebagaimana firman Allah swt. Yang artinya: “Dan (ingatlah kisah) Zun-Nun (Yunus) ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya). Maka ia menyeru dalam keadaan sangat gelap, “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” Q.S. Al-Anbiyä’: 87)
Di antara para rasul, memang mempunyai tingkat kesabaran yang berbeda-beda. Perbedaan inilah yang membuat para rasul itu mempunyai tingkatan yang berbeda-beda di sisi Allah swt. Sebagaimana firman Allah swt. Yang artinya: “Dan Tuhanmu lebih men getahui siapa yang (ada) di langit dan di humi. Dan sesunguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain)....Q.S. Al-Isra’: 55)
E. Fungsi Iman kepada Rasul Allah swt.
Fungsi beriman kepada rasul Allah swt. dalam kehidupan, antara lain sebagai berikut
a)  Kita dapat bertambah iman kepada Allah swt. dengan mengetahui bahwa rasul itu benar-benar manusia pilihan-Nya.
b)   Kita mau mengamalkan apa yang disampaikan para rasul.
c) Kita mempercayai tugas-tugas yang dibawanya untuk disampaikan kepada umatnya.
d) Kita wajib bersyukur kepada Allah swt. atas segala nikmat yang diberikan yang tidak terhingga banyaknya.
e) Kita  lebih  mencintai,  menghormati, dan mengagungkan rasul atas perjuangannya dalam menyampaikan agama Allah swt. kepada umatnya.
f)   Kita  akan  selamat  di dunia  dan akhirat dengan bimbingan yang diberikan rasul.
g)  Kita memperoleh teladan yang baik untuk menjalani hidup.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar