Senin, 06 Februari 2012

PERILAKU TERPUJI

Standar Kompetensi :
4. Membiasakan Perilaku Terpuji
Kompetensi Dasar:
4.1. Menjelaskan Pengertian Qonaah dan Tasamuh
4.2. Menampilkan Contoh Perilaku Qonaah dan Tasamuh
4.3. Membiasakan Perilaku Qonaah dan Tasamuh dalam kehidupan sehari-hari

A.  QONAAH
1.   Pengertian Qonaah
Menurut bahasa, qonaah berasal dari bahasa Arab…………. yang artinya rela, suka menerima yang dibagikan kepadanya. Qonaah menurut istilah artinya menerima dan merasa cukup atas apa yang dianugerahkan Allah SWT kepadanya. Qonaah bukan berarti berdiam diri dan bermalas-malasan menunggu belas kasihan orang lain. Sebaliknya, justru orang qonaah giat bekerja , berusaha secara maksimal. Apapun hasilnya nanti, ia terima dengan rela hati, memuaskan ataupun tidak memuaskan. Tidak lupa bersyukur kepada Allah atas apa yang telah diperolehnya. Serta beritikad akan berupaya lebih baik lagi diwaktu-waktu berikutnya.
Qonaah akan mendatangkan rasa puas dan ikhlas, serta jauh dari sifat tamak. Dalam sebuah riwayat Hadits Nabi Muhammmad SAW dinyatakan sebagai  berikut : Dari Abdullah bin Umar r.a berkata, Rasulullah SAW bersabda : Sungguh beruntung orang yang masuk islam mendapat rizki secukupnya dan ia merasa cukup dengan apa yang telah Allah berikan kepadanya. (HR. Muslim).

Seseorang yang memiliki sifat qonaah hatinya akan senantiasa tenang. Sedikit ataupun banyak rizki yang diperoleh ia akan merasa puas dan senantiasa bersyukur atas karunia yang diberikan Allah kepadanya. Tidak iri terhadap orang yang mempunyai kekayaan yang lebih darinya, tidak menghina terhadap orang yang serba kekurangan. Sebab yakin bahwa apa yang diperolehnya merupakan ketentuan Allah, serta yakin bahwa semua makhluk mendapat rizki dari Allah SWT. Atas dasar Firman Allah dalam QS.. Huud : 6 yang artinya: ”Dan tidak satupun mahluk melata di bumi melainkan Allah lah yang menjamin rizkinya… (QS .Huud : 6)

2. Contoh Perilalu Qonaah
Nabi Muhammad SAW adalah teladan bagi umatnya, beliau memiliki sifat qonaah. Dalam kesehariannya beliau terkadang kekurangan makanan. Beliau juga suka memperbaiki sendiri alas kakinya, menjahit sendiri pakaiannya yang robek. Beliau tidak menumpuk kekayaan padahal beliau memiliki kekuasaan.
­­­­­­
Contoh qonaah dalam kehidupan sehari-hari :
1.      Seorang siswa belajar dengan tekun, ketika ulangan nilainya hanya 65. Ia terima .dengan lapang dada dan beritikad untuk belajar lebih giat lagi.
2.      Seorang pegawai menerima gaji bulanan, ia belanjakan untuk kebutuhan keluarga secara sederhana sehingga merasa cukup. Tidak boros yang mengakibatkan selalu merasa kekurangan.
3.      Seorang pedagang berusaha dengan giat, walaupun hasilnya tidak sesuai yang diharapkan namun ia terima dengan rela hati.



3.   Membiasakan Perilaku Qonaah
Biasakanlah berprilaku qonaah dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal di bawah ini merupakan beberapa contoh cara membiasakan berprilaku qonaah.
1.      Merasa cukup terhadap rizki yang diperoleh
2.      Membelanjakan harta secara sederhana.
3.      Berpikir positif, bahwa rizki yang diterima itulah yang terbaik baginya berapapun adanya.
4.      Tidak kecewa dengan rizki yang diperoleh, tetapi  selalu berikhtiar untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
5.      Menerima dengan ikhlas semua ujian yang diberikan Allah SWT kepadanya.

B. TASAMUH
1.  Pengertian Tasamuh
Menurut bahasa, tasamuh berasal dari bahasa Arab-------------- artinya sama-sama berlaku baik; toleransi.  Menurut istilah, tasamuh adalah suatu sikap yang senantiasa saling menghargai sesama manusia.
Manusia adalah makhluk sosial, satu dengan yang lainnya saling membutuhkan  Masing-masing memiliki, kelebihan dan kekurangan. Islam mengajarkan bahwa sesama Muslim harus bersatu, bersaudara, tidak boleh bercerai berai. Jika terjadi perselisihan harus didamaikan dengan seadil-adilnya. Perhatikan Firman Allah berikut ini “Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersauadara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat” (QS. Al-Hujurat :10).
Selain itu, Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Perumpamaan orang beriman di dalam cinta mencintai, sayang menyayangi, dan kasih mengasihi adalah seperti tubuh . Apabila satu anggota tubuh sakit, anggota-anggota tubuh yang lainnya ikut merasakannya, yaitu tidak bisa tidur dan merasa demam”
Jelaslah bahwa kita diperintahkan untuk berbuat baik antar sesama manusia. Makanya perlu ditumbuhkan sikap saling menghargai dan tenggang rasa agar saling menutupi kekurangan masing-masing. Adapun toleransi dalam kehidupan beragama, Islam mempunyai aturan tersendiri. Perhatikan  Qs. Al-Hujurat: 8-9 berikut ini : Artinya: Sebagai karunia dan nikmat dari Allah. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksan. Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. kalau dia Telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

Penjelasan lain tentang toleransi beragama terdapat pada QS. Al- Kafirun : 1-6. Yang artinya: 1.  Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, 2.  Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.3.  Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. 4.  Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, 5.  Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. 6.  Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

Surat Al-Kafirun turun di Makkah. Surat tersebut berisikan tauhid dan pembebas kemusyrikan dan kesesatan. Orang-orang musyrik mengajak Rasulullah SAW dengan maksud menghina Rasul supaya Rasul menyembah Tuhan mereka satu tahun lamanya dan mereka pun menyembah Tuhan Allah SWT satu tahun pula. Maka turunlah surat Al- Kafirun ayat1-6. Isinya perlawanan orang-orang beriman terhadap penyembah berhala dan penolakan Rasul terhadap ajaran orang kafir.
Termasuk juga yang dilarang yaitu mengucapkan selamat hari raya kepada orang yang menganut agama yang berbeda dan merayakan hari raya bersama mereka.

2. Contoh Perilaku Tasamuh
A. Contoh tasamuh/toleransi dalam kehidupan sosial/ berbangsa dan bernegara.
1) Menolong sesama yang membutuhkan bantuan
2) Dalam acara rapat menghargai pendapat orang lain
3) Ketika naik bus, mempersilahkan orang yang lebih tua untuk duduk terlebih dahulu.
B. Contoh tasamuh/toleransi dalam kehidupan beragama
1) Tidak menganiaya umat lain yang berbeda agama.
2) Tidak mengikuti upacara keagamaan umat lain yang berbeda agama.
3) Tidak menghalang-halangi umat lain menjalankan peribadatan sesuai keyakinan agamanya.
4) Tidak memaksakan agama kepada pemeluk agama yang berbeda.

3.  Membiasakan Diri Berprilaku Tasamuh
Berbuat baik dan adil antar umat beragama diperintahkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya dalam masalah hidup berbangsa dan bernegara. Dalam masalah menjalankan ajaran agama, masing-masing  pemeluk agama memperoleh kebebasan sepenuhnyua menjalankan kegiatan keagamaan. Pemeluk suatu agama hendaklah menghormati pemeluk agama lain. Oleh karena itu perlu dibiasakan tasamuh/toleransi dalam dua hal berikut ini.
Pertama, toleransi dengan sesama Muslim yang berbeda pendapat. Dengan cara menghargai pendapat orang lain yang berbeda dengan pendapat kita. Tidak perlu adu otot atau perang urang syaraf. Kedua, toleransi dengan pemeluk agama lain. Dengan cara tidak menganiaya ummat yang berbeda agama tetapi sebaliknya saling menghormati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar