Senin, 06 Februari 2012

ASMAUL HUSNA

Standar Kompetensi   :   3. Memahami Asmaul Husna
Kompetensi Dasar       :   3.1. Menyebut Ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan Asmaul Husna
                                        3.2. Mengamalkan sepuluh pokok Asmaul Husna
Kelas / Semester          :   VII/Gasal

MATERI POKOK

Asmaul Husna artinya nama-nama Allah yang bagus yang jumlah keseluruhannya ada 99 nama yang tercatat dalam Al-Qur’an. Kita sangat dianjurkan untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dipakai untuk amalan-amalan tertentu seperti dzikir sehabis sholat. Dalam hal ini Allah menjelaskan dalam firman berikut :
Artinya : ”Hanya milik Allah Asmaul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan ” (QS. Al-Arof 180)

Selain firman Allah di atas, Nabi juga menjelaskan dalam sabdanya tentang keutamaan membaca Asmaul Husna yang jumlahnya 99 yaitu :
Artinya :    ”Sesungguhnya milik Allah ada 99 nama, barang siapa yang menghafalnya dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari Muslim)

Adapun diantara Asmaul Husna adalah sebagai berikut :
1.      AL-AZIZ
Al-Aziz artinya Allah Maha Perkasa, maksudnya keperkasaan Allah tidak dapat diukur dan disamakan dengan keperkasaan manusia sebagai mahlukNya. Walaupun dibandingkan dengan manusia yang paling gagah menurut kacamata manusia. Manusia keperkasaannya terbatas, sedangkan Allah tidak bisa diukur oleh apapun juga. Sebagaimana firmanNya :
Artinya :  ”Sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang mereka seru selain Allah, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS.  Al-Ankabut 42)

2.      AL-HADII
Artinya Allah Maha Pemberi Petunjuk kepada hambaNya yang dikehendaki, baik berupa petunjuk kepada agama yang lurus maupun kepada syari’at yang benar. Setiap kita solat dalam surat Al-Fatihah kita sering menyebut : IHDINASSHIRATAL MUSTAQIEM. Hal ini menunjukkan bahwa kita selalu memohon agar mendapat petunjukNya. Dan dalam hal ini Allah menjelaskan :
Artinya :  ”Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendakinya. Dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS. Al-Qosos 56)

3.      AL-FATTAH
Artinya Maha Pemberi Keputusan. Maksudnya Allah lah yang memberi keputusan terhadap segala sesuatu. Tidak akan terjadi sesuatu tanpa ada keputusan dari Allah. Allah memberi keputusan dengan sangat adil dan bijaksana. Allah berfirman :
Artinya :  ”Katakanlah : ”Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua. Kemudian kita Dia memberi keputusan lagi maha mengetahui”. (QS. As-Saba 26)

4.      AL-WAHHAB
Artinya Maha Pemberi Karunia. Maksudnya yaitu hanya Allah yang paling banyak memberi kepada semua mahlukNya. Seperti memberi rupa yang cantik atau jelek, miskin atau kaya, kebahagiaan, keberuntungan bahkan kecelakaan sekalipun. Pemberian Allah itu terus menerus tak henti-hentinya dengan tidak memandang status. Kaya miskin, tua muda, laki-laki maupun perempuan dengan anpa mengharap bantuan dan balasan apapun juga. Sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut ini :
Artinya :  ”(Mereka berdo’a) : Ya Tuhan kami. Janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami. Dan karuniakanlah kepada kami Rahmat dari sisiMu, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi Karunia.” (QS. Al-Imran 8)

5.      AL-QOYYUM
Arttinya berdiri sendiri. Maksudnya adalah Allah senantiasa mengurusi segala perkara urusan mahlukNya dengan tidak membutuhkan bantuan dari siapapun. Hal ini sangat berbeda dengan manusia, seperkasa apapun manusia tetap kemampuannya sangat terbatas dan pasti sangat membutuhkan bantuan dari pihak lain. Dalam hal ini Allah menjelaskan :
Artinya :  ”Allah. Tidak ada yang berhak disembah selain Dia. Yang hidup kekal. Lagi terus menerus mengurus mahlukNya.” (QS. Al-Imron 2)

6.      ASH-SHOMAD
Artinya Yang Maha Kaya dan Yang Dituju ketika kita membutuhkan sesuatu. Dia lah tempat kita bergantung dan meminta tentang semua yang kita butuhkan. Kita tidak dibenarkan meminta kepada selain Allah. Karena itu sudah termasuk musyrik (mempersekutukan Allah). Allah sangat menentang dan tidak akan mengampuni dosa terhadap orang yang melakukan syirik. Dan syirik itu termasuk dosa besar yang tidak akan diampuni Allah, sedangkan Allah mengampuni dosa selain syirik. Dalam salah satu firmannya Allah menjelaskan :
Artinya :  ”Katakanlah : Dia Allah Maha Esa. Allah tempat meminta dan bergantung.” (QS. Al-Ikhlas 1-2)

7.      AL-HAKIM
Artinya Maha Bijaksana. Allah maha bijaksana dalam segala urusan yang baik dalam menciptakan, memlihara atas segala mahluk ciptaanNya. Dalam hal apapun Allah tidak akan merugikan kepada setiap mahlukNya. Walalupun kita hanya melakukan kebaikan sebesar biji dzarrah pun kita akan menerima ganjarannya. Begitu pula sebaliknya kalau kita mengerjakan kesalahan sekecil apapun kita juga akan menemukan balasannya. Perhatikan firman Allah berikut ini :
Artinya :  ”Dia lah Tuhan yang disembah di langit dan di bumi da Dia lah yang maha bijaksana lagi maha mengetahui.” (QS. Az-Zukhruf 84)

8.      AL-HAFIDZ
Artinya Maha Melindung/Menjaga. Allah yang melindungi dan menjada kehidupan hamba-hambaNya. Seperti dijelaskan dalam firmanNya berikut ini :
Artinya :  ”Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikuti secara bergiliran di muka dan di belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah (QS. Ar-Ra’du 11)


9.      AL-QUDDUS
Artinya bersih dari segala kotoran yang berupa sifat-sifat tercela. Dia bukan seperti manusia yang sering berbuat mengotori dirinya sendiri. Allah suci dari sifat memerlukan bantuan mahluk dalam meniptakan segala sesuatu. Allah berfirman :
Artinya :  ”Dialah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Maha raja yang maha suci, yang maha sejahtera, yang menjaga keamanan, pemelihara keselamatan, yang maha perkasa, yang maha kuasa, yang memiliki segala sesuatu keagungan.” (QS. Al-Hasyr 23)

10.  AL-ADALAH (Yang Maha Adil)
Adi secara umu yaitu meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. Menurut pandangan Islam adil adalah menentukan sesuatu hukum berlandaskan pada kebenaran dan menjunjung tinggi kemaslahatan. Keadilan Allah SWT adalah keadilan yang sebenarnya dan berlaku bagi seluruh hambaNya. Allah memerintahkan manusia supaya berbuat adil kepada sesamanya. Sebagaimana dijelaskan dalah ayat berikut :
Artinya :  “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kaum kerabat apa yang diperlukan, dan Allah melarang dari perbuatan keji dan munkar.” (QS. An-Nahl 90)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar